Pengertian Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

pengertian-IMB

Ijin Bendirikan Bangunan (IMB) sangat penting untuk rumah anda. Ini tercantum dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang IMB. Anda akan membutuhkan ijin ini baik ketika akan mendirikan mapupun merenovasi bangunan. Selain bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang teratur sesuai peruntukan lahan di suatu kota. IMB juga sangat berguna agar rumah yang anda tinggali tidak digusur. Pemerintah lewat Dinas Tata Kota sudah membuat perencanaan dari 5 sampai 10 tahun kedepan mengenai pengaturan kawasan-kawasan kota agar terlihat teratur dan indah. Misalnya kawasan industri yang tidak boleh dibangun berdekatan dengan pemukiman penduduk, tidak boleh membangun di lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH), tidak boleh merenovasi bangunan yang merupakan cagar budaya, tidak boleh meningkat rumah yang berdiri di kawasan lahan yang struktur tanahnya tidak mendukung, dan sebagainya.

Beberapa aturan yang diatur dalam IMB antara lain:

  • Garis Sempadan bangunan (GSB)
    Adalah garis batas dimana bangunan anda bisa didirikan, biasanya dipengaruhi oleh lebar jalan depan. GSB bertujuan untuk mengatur agar tampak depan tidak terlalu ke depan dengan alasan kemanan penghuni dan agar tercipta keseimbangan antara proporsi lebar jalan dan lebar halaman rumah minimal agar tercipta keteraturan dan estetika lingkungan.
  • Garis Sempadan Pagar (GSP)
    Adalah batas dimana anda bisa mendirikan pagar untuk bangunan anda.
  • Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau Floor Area Ratio (FAR)
    Ialah perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan dengan luas persil dan dinyatakan dalam persen (%). Hal ini bertujuan agar penghuni rumah tidak menggunakan keseluruhan lahan sebagai bangunan. selain untuk menjaga keseimbangan antara bangunan dan halaman, hal ini bisa juga bertujuan untuk memberi jarak dengan bangunan lain untuk alasan kemudahan pemadaman apabila terjadi kebakaran.
  • Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atai Building Coverage (BC)
    Ialah perbandingan jumlah luas lantai bangunan dengan luas persil dan dinyatakan dalam persen (%).

Beberapa pemilik rumah kadang menjadikan pengurusan IMB sebagai momok yang harus dihindari. Selain takut karena proses pengurusan yang berbelit karena birokrasi pemerintah, mereka juga takut akan ada pungutan liar yang dilakukan oknum aparat.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Anda bisa dimak artikel saya sebelumnya tentang Cara Membuat Surat Perjanjian Kontrak Kerja Kontraktor

 

Comments

comments

One Response to Pengertian Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

  1. Aurora says:

    Dasar Hukumnya salah. Bukan UU tapi Permendagri. mohon diedit supaya tidak salah informasi. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *