8 Alasan Mengapa Anda Perlu Meminjam ke Bank Untuk Beli Rumah

pinjam uang ke bank

Robert T. Kiyosaki pernah mengatakan bahwa anda harus bisa membedakan mana hutang baik dan mana hutang buruk. Menurutnya, hutang buruk adalah hutang yang digunakan untuk tujuan konsumtif seperti membeli mobil, alat-alat elektronik, gadget terbaru, liburan luar negeri dan lain-lain. Intinya sesuatu yang untuk memenuhi gaya hidup. Sebaliknya, hutang baik adalah hutang yang dimanfaatkan untuk membeli aset. Aset adalah sesuatu yang nilainya selalu naik dan terus bertambah naik. Oleh karena itu semakin banyak hutang buruk, kita akan makin sengsara dan susah. Semakin banyak utang baik, maka akan semakin kaya-raya dan makmur. Jadi kalau anda mau jadi orang kaya dan makmur, berhutanglah ke bank untuk membeli aset yang nilainya selalu naik, naik dan naik. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita meminjam ke bank untuk berinvestasi properti.

  1. Dana yang anda miliki akan selalu terbatas. Sekaya apapun anda saat ini, dana milik anda pribadi pasti terbatas, karena di luar sana selalu ada kesempatan yang melebihi kemampuan anda saat ini. Sehingga tidaklah mungkin untuk membiayai semua peluang investasi yang ada. Peluang akan datang silih berganti dan makin lama semakin besar.
  2. Tidak ada yang mau meminjamkan uang untuk anda. Anda sudah mencoba berbagai sumber pendanaan yang lain, mulai dari penjual IMF, dari kantor, konsorsium, leasing, dan lain-lain, tetapi ternyata mereka semua tidak ada yang mau meminjami uang pada anda. Nah, kalau sudah tidak ada lagi pihak lain yang dapat membiayai properti anda, maka bank adalah sumber terakhir. Hanya bank yang saat ini gencar mencari-cari peminjam. Mereka butuh orang-orang yang mau meminjam kepada mereka. Kenapa hal ini tidak anda menfaatkan.
  3. Tidak mau memakai uang sendiri. Salah satu prinsip investasi adalah, jangan gunakan uang anda sendiri. Nah, ini yang menjadikan salah satu alasan utama kenapa anda menggunakan uang bank. Beberapa teman saya menyebutkan, kalau kita investasi menggunakan uang sendiri, maka kita masih termasuk dalam kategori investor tradisional. Kalau kita bisa memakai uang orang lain, kenapa musti memakai uang kita sendiri.
  4. Bebas dari sengketa penipuan surat ganda dan lain-lain. Anda sudah tidak perlu lagi takut terhadap resiko semacam itu jika anda menggunakan uang bank. Kenapa begitu? Karena bank sebelum menyetujui kredit anda pasti sudah meneliti semua dokumen properti yang akan anda beli dan dijadikan agunan. Mereka pasti akan sangat teliti dalam memeriksa setiap dokumen. Mereka punya berbagai cara untuk memeriksa dan memastikan semuanya lengkap dan sah, dengan demikian anda justru diuntungkan.
  5. Terlindung dari berbagai resiko yang mungkin menimpa anda. Pada waktu mengajukan kredit ke bank, anda biasanya dianjurkan untuk membeli asuransi jiwa kredit atau istilah kerennya Bancassurance. Memang terasa mahal saat itu, tetapi itu adalah investasi, sehingga anda tidak perlu takut bahwa keluarga anda akan terbebani hutang kalau sewaktu-waktu ada kejadian buruk menimpa anda seperti meninggal atau cacat tetap. Untuk itu nilai asuransi yang anda beli harus sepadan dengan hutang anda. Jika bank tidak mewajibkan asuransi, anda harus memintanya. Selain asuransi jiwa kredit, anda juga harus melindungi aset anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kebakaran dan lain-lain. Bahkan jika anda mau lebih, ada klausul dalam perjanjian asuransi yang disebut dengan business interuption. Klausul ini memungkinkan anda mendapatkan ganti rugi bukan hanya atas bangunannya, tetapi juga atas potensi kerugian akibat usaha anda terganggu. Misalnya anda butuh waktu 5 bulan untuk memulai usaha anda kembali setelah peristiwa kerugian yang mengakibatkan usaha terhenti serta tidak ada penghasilan dan keuntungan. Nah, klausul itu akan melindungi anda dari potensi kerugian tersebut. Anda hanya perlu sedikit menambah biaya premi, tetapi anda akan di-cover kerugian dari keuntungan yang nantinya akan hilang selama proses bencana itu terjadi. Anda lebih baik membayar lebih untuk asuransi atau over inssure daripada kurang atau under insure, sebab dibandingkan dengan resiko yang mungkin terjadi, biaya asuransi sangatlah rendah, jika tidak, biaya yang harus anda tanggung akan jauh lebih besar dan mungkin anda tidak akan mampu menutupinya lagi.
  6. Tingkat Cash on Cash Return (COC) sangat tinggi bahkan tak terbatas. Maksudnya apa? Nah, cash on cash return atau tingkat pengembalian modal adalah perbandingan cashflow positif yang anda peroleh dari properti yang anda beli dengan modal sendiri yang anda keluarkan. Dengan meminjam uang dari bank, kita bisa memeperbesar prosentase Cash on Cash tersebut. Misalnya anda membeli properti seharga 500 juta dan anda mengeluarkan modal sebesar 50 juta. Artinya sisanya 450 juta anda pinjam dari bank, dan dari properti ini anda mendapatkan cashflos positif sebesar 5 juta per bulan atau 60 juta per tahun. Maka cara menghitung Cash on Cash Return-nya adalah 60 juta (penghasilan cashflow positifnya dalam 1 tahun) : 50 juta (modal yang anda keluarkan) = 120%. Sekarang coba kita hitung cash on cash return-nya di tahun ke kedua. Jika cashflow positifnya kita anggap tidak berubah, yakni tetap 60 juta per tahun, perhitungannnya akan menjadi 60 juga dibagi 0 sehingga hasilnya adalah tak terhingga atau tak terbatas. Lho kok bisa demikian? Tentu saja bisa…karena faktor pembaginya adalah 0. Kok bisa 0? Sebab faktor pembagi itu adalah modal yang anda keluarkan, dan modal yang telah anda keluarkan adalah sebesar 50 juta di tahun pertama kan sudah kembali sebesar 60 juta di tahun pertama itu juga. Jadi di tahun ke dua sebenarnya modal anda sudah 0. Benar atau benar? Nah sekarang coba bandingkan jika anda menggunakan 100% uang anda sendiri, berapa Cash on Cash Return-nya? Perhitungannya akan menjadi; 60 juta (cash flow positif dalam setahun) : modal pembelian properti itu 500 juta. Itu berarti Cash on Cash-nya hanya 12%. Dengan begitu mana yang akan anda pilih? Membeli dengan uang anda sendiri semuanya atau dengan uang bank sebagian atau dengan uang bank seluruhnya? Anda tentu memilih alternatif yang kedua bukan? Itulah sebabnya mengapa anda harus meminjam uang dari bank, karena tingkat keuntungan anda justru akan semakin besar dengan anda meminjam uang dari bank. Untuk leibh jelasnya coba kita analisa transaksi yang dilakukan oleh Pak Oki salah seorang dari alumni workshop property cash machine yang berhasil membeli sebuah ruko beserta bisnis restoran yang sudah berjalan baik di atasnya. Analisanya seperti ini, saat itu harga pasar ruko adalah 460 juta, dan Pak Oki berhasil meminjam bank sebesar 368 juta, harga transaksi ruko plus restorannya adalah 490 juta, dan biaya-biaya transaksinya sebesar 10 juta. Artinya Pak Oki membeli ruko tersebut dengan harga perolehannya adalah sebesar 500 juta tetapi kredit yang cair hanya sebesar 368 juta. Jadi ada modal sendiri yang dikeluarkan sebesar 132 juta. Nah, perhitungan cashflow-nya dari restoran itu awalnya adalah 3,6 juta per bulan. Setelah diambil alih dan dikelola dengan baik oleh Pak Oki, maka meningkat menjadi 13,1 juta per bulan. Jadi dengan perhitungan cashflow yang baru, dalam setahun total cashflow postifi yang diterima Pak Oki adalah 13,1 juta x 12 bulan sehingga menjadi = 157.200.000. Dengan demikian perhitungan cash on cash return-nya menjadi 157.200.000 dibagi dengan modal sendiri yang dikeluarkan (DP) yaitu sebesar132 juta, maka hasilnya menjadi 119%. Sekarang coba anda bayangkan, berapa cash on cash yang diterima Pak Oki jika uang yang sejumlah 132 juta hanya didepositokan di bank, belum lagi keuntungannya dari capital gain yang didapat dari kenaikan harga rukonya setiap tahun. Artinya walaupun dalam transaksi Pak Oki mengeluarkan sejumlah kecil uang untuk DP, tetap keuntungannya sangat besar jika mempergunakan uang baik dibandingkan dengan uang sendiri atau uang tersebut hanya ditaruh di deposito saja.
  7. Pembiayaan properti adalah pinjaman dengan jangka waktu terpanjang dan termurah. Silahkan anda terliti berbagai macam pinjaman yang ditawarkan oleh bank. Jenis pinjaman mana yang jangka waktunya paling panjang dan termurah. Saya yakin jawabannya adalah pinjaman properti. Jangka waktu pinjaman properti atau KPR di semua bank berkisar 10 sampai 15 tahun. Bahkan ada yang saat ini mencapai 25 tahun. Bunganya pun jauh lebih rendah daripada jenis kredit lainnya. Bunga kredit investasi bisa lebih tinggi 2-3%, bunga kredit konsumtif jauh lebih tinggi lagi, sedangkan jangka waktu kredit kendaraan rata-rata hanya 3 tahun atau paling lama 5 tahun. Kenapa demikian? Sebab bank mengganggap properti merupakan agunan yang sangat baik. Nilai properti hampir tidak pernah turun, dengan demikian makin panjang jangka waktu pinjaman anda, sebenarnya anda dan bank sama-sama untung.
  8. Dengan kredit di bank, sebenarnya itu adalah laverage yang luar biasa. Ini adalah faktor utama yang membuat investasi di properti amatlah menarik dan tidak ditemukan di dalam jenis investasi lainnnya. Sebagai contohnya mari kita lihat contoh dari analisa transaksi lain yang dilakukan oleh Pak Oki. Kalau tadi yang seblumnya Pak Oki membeli sebuah ruko dengan restorannya, kali ini sebuah transaksi rumah kos. Rumah kos ini pada saat dibeli, harga penilaian bank-nya atau harga pasarnya adalah sebesar 2,1 M. Dan didapatkan pinjaman dari bank sebesar 1,7 M. Pak Oki membelinya seharga 1,4 M ditambah biaya-biaya sekitar50 juta sehingga harga perolehannya adalah sebesar 1,45M. Sehingga dari pinjaman bank yang sebesar 1,7 M dikurangi 1,45 M maka ada kelebihan uang sebesar 250 juta yang mana kelebihan uang ini dipergunakan sebagai biaya renovasi sebesar 110 juta, sehingga total kelebihan uang yang didapat setelah bikurangi biaya renovasi adalah sebesar 140 juta. Nah setelah direnovasi, 3 bulan kemudian properti ini berhasil dijual kembali oleh Pak Oki sebesar 2,6 M. Biaya-biaya transaksi penjulanadalah sebesar 100 juta. Kemudian digunakan untuk melunasi pinjaman sebesar 1,7 M. Sehingga ada keuntungan bersih dari penjualan itu sebesar 800 juta. 800 juta ditambah dengan kelebihan dari pembiayaan bank sebesar 140 juta artinya total adalah 940 juta. Sehingga hanya dalam waktu yang singkat (3 bulan saja) Pak Oki mendapatkan keuntungan hampir 1 M atau tepatnya 940 juta. Luar biasa bukan? Hanya dalam waktu 3 bulan saja Pak Oki mendapatkan keuntungan yang luar biasa besar padahal modalnya nol, karena rumah kos itu dibeli hanya dengan harga 1,4 M dan mendapat pembiayaan dari bank 1,7 M, itu artinya setelah dikurangi biaya transaksi dan pajak, uang lebih atau cash back yang didapatnya adalah 140 juta. 3 bulan kemudian dia berhasil menjual properti itu kembali dan mengantongi keuntungan hampir sebesar 1 miliar. Coba anda bayangkan, investasi apa yang kekuatan laverage-nya bisa sebesar ini? Fantastis bukan!! Dan hasil sedahsyat ini hanya bisa dicapai karena Pak Oki meminjam uang dari bank yang selanjutnya bisa mendapatkan cash back. Agar bisa memperoleh keuntungan seperti itu, salah satu jalannya adalah melalui bank seperti yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya,. Anda harus menemukan properti yang harganya di bawah pasar atau bahkan di bawah harga likuidasi. Dengan demikian anda membelinya pasti ada uang lebih atau cashback yang anda peroleh saat anda membeli dengan menggunakan uang bank. Tetapi ingat, cashbank yang anda peroleh harus selalu digunakan untuk tujuan yang produktif dan jangan pernah untuk yang konsumtif.

Kesimpulannya adalah orang yang tidak cerdas biasanya mempergunakan uang pinjaman untuk membeli barang-barang yang nilainya menurun, seperti mobil, furniture, alat elektronik, gadget terbaru, pakaian, liburan dan macam-macam untuk memenuhi gaya hidup mereka. Bahkan sering kali mereka masih harus membayar cicilannya sewaktu barang-barang itu sudah tidak bernilai, rusak atau hilang. Janganlah menjadi orang-orang seperti mereka, jadilah orang yang cerdas.

 

Incoming search terms:

  • cara beli rumah dengan pinjaman bank
  • utang di bank untuk membeli rumah
  • pinjam uang di bank untuk membeli rumah
  • pinjam duit buat beli rumah
  • mau beli rumah pinjam uang di bank
  • hutang untuk beli rumah
  • hutang bank buat beli rumah
  • cara pinjam dana ke bank utk pembelian rumah
  • cara pengajuan ke bank untuk membeli rumah dan dapat untung

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *