Hal-Hal Penyebab Pembengkakan Biaya Bangun Rumah

biaya-bangun-rumah-membengkak

Setiap orang mendambakan bisa membangun rumah dengan hemat. Ketika ingin membangun rumah yang hemat, anda harus memahami betul elemen-elemen yang mengakibatkan timbulnya pembengkakan biaya agar anda bisa paling tidak mengantisipasi nya.  Berikut hal-hal yang mempengaruhi nya:

Perencanaan gambar desain belum lengkap
Banyak orang yang saya jumpai terlalu terburu-buru dalam membangun rumah tanpa kelengkapan gambar yang memadai, atau bahkan tanpa gambar sama sekali. Mereka beranggapan bahwa semua itu bisa diatur sambil jalan dan merupakan hal yang sepele. Tinggal comot saja tampak rumah yang berasal dari majalah atau tabloid, lalu biarkan kontraktor yang mengatur bagaimana agar rumah tersebut memiliki nuansa tampak seperti gambar di tabloid, sedangkan denah tinggal disesuaikan saja. Ini merupakan strategi yang salah karena para kontraktor tidak memiliki kemampuan dalam menuangkan gambar foto ke dalam gambar perencanaan yang terukur dan terskala. Beberapa kontraktor kadang memang menyanggupi saja kalau rumah tersebut kecil, tapi kalau rumah besar, mereka bisa kerepotan. Meskipun kecil, tadak ada jaminan rumah yang dibangun bisa sama persis seperti yang ada di gambar tabloid. Karena kontraktor tidak memiliki perasaan seni yang cukup, terkadang hasilnya bisa jauh seperti yang diperkirakan. Ketika bangunan sudah terbangun, kontraktor mungkin beranggapan itu sudah bagus, tapi menurut si pemilik rumah….belum tentu bagus dan bahkan bisa tampak amburadul. Perencanaan gambar desain yang tepat memang kadang terlalu ribet dan terlalu mahal menurut sebagian orang. Tapi mereka kurang sadar bahwa dengan gambar desain yang lengkap, justru mereka dapat menghemat pelaksanaan pembangunan rumah jauh lebih efisien.

Perhitungan Rancangan Anggaran Biaya (RAB)
Perhitungan Anggaran Biaya merupakan hal yang cukup memusingkan bagi sebagian orang yang akan membangun. Ketika disodori kontraktor biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah, mereka lebih sering hanya mengiyakan saja kalau harga yang tertera memang tidak melebihi dari budget yang disediakan. Tapi tahukah anda justru ini merupakan elemen hemat yang patut diberi perhatian lebih, karena banyak dana akan terkuras dan terbuang sia-sia apabila anda tidak memahaminya. Mulailah berlatih memahami bagaimana harga-harga tersebut bisa muncul di RAB dan bagaimana proses menghitungnya. Bisa jadi anda akan takjub karena ada beberapa elemen yang seharusnya bisa dihemat dengan menyewa sendiri sub kontraktor untuk mengerjakan hal-hal seperti pembuatan pagar, taman, rangka atap, dan lain.

Perencanaan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
Ini merupakan elemen yang paling mudah disepelekan oleh pemilik rumah. Terkadang mereka terlalu berani memberikan pekerjaan pada kontraktor atau pemborong meskipun tanpa dilengkapi perjanjian tertulis yang sah di mata hukum. Alasannya cenderung sederhana, “Saya sudah cukup mengenal kontraktor nya kok!!”. Menurut hemat saya, ini belum cukup. Sudah terlalu banyak pemilik rumah yang saya jumpai akhirnya menyesal karena terlalu menyepelekan pembuatan SPK ini. Mudah-mudahan anda bukan yang termasuk. Di akhir ebook ini saya bahas pembuatan SPK dengan sangat rinci agar anda terhindar dari masalah.

Penggantian desain dan material saat proses pembangunan
Banyak pemilik rumah yang cenderung tiba-tiba mengganti perencanaan gambar yang sudah jadi. Ini bisa pada dalam lingkup desain (denah, tampak) maupun penggantian spesifikasi material. Memang ini sudah cukup sering terjadi dan merupakan hal yang wajar. Tapi ketika ini dilakukan ketika proses pelaksanaan proyek sudah dimulai, ini akan berpotensi menimbulkan pembengkakan biaya. Bisa saja dinding rumah sudah berdiri namun tiba-tiba anda menginginkan ruangan yang lebih luas dengan menggeser dinding. Tentunya dinding tidak bisa digeser begitu saja, namun harus dibongkar dan dipasang lagi. Ini akan merugikan anda sendiri karena selain waktu pekerjaan akan lebih lama, anda juga akan boros material. Penggantian spesifikasi material kadang juga terjadi pada saat pemasangan keramik dan pengecatan dinding. Pemilik rumah kadang bisa merasa bahwa keramik lantai yang sudah sebagian terpasang tidak cocok dengan selera mereka dan mengingkan penggantian. Begitu juga pada dinding yang sudah sebagian dicat, kadang mereka lupa kalau pemilihan cat dinding tidak sesuai dengan perabot yang mereka pesan. Untuk menghindari hal ini, pastikan rumah anda direncanakan dengan seksama agar terhindar dari pembengkakan biaya akibat bongkar pasang material.

Pelaksanaan pada musim Kemarau dan Penghujan
Memang kita tidak bisa memilih membangun rumah di musim hujan atau kemarau. Ketika seseorang ingin membangun rumah, tidak peduli apapun musimnya mereka akan tetap membangunnya. Kedua musim ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Membangun di musim kemarau memang cukup menguntungkan bagi pemilik rumah dan kontraktor. Selain pengecoran beton lebih cepat kering, waktu pengerjaan juga tidak terganggu. Tukang bisa dengan leluasa mengerjakan tanpa terganggu hujan. Namun, biasanya masalah terjadi pada musim penghujan. Kalau dahulu pembangunannya sudah benar, maka tidak akan terjadi kebocoran pada atap dan talang. Biasanya kontraktor memang kurang teliti saat membangun pada musim kemarau terutama pada bagian dinding eksterior, atap serta talang. Bagian ini memang bisa sedikit tergesa-gesa saat membangun mengingat cuaca yang panas. Bisa saja masih terdapat genting yang renggang waktu memasangnya, talang yang kurang rapat saat menyambungnya, atau pun dinding yang kurang padat plesterannya. Dampak hal ini memang hanya bisa terlihat saat musim penghujan tiba. Plafon yang rusak akibat tetesan hujan dari atap yang bocor, air hujan yang merembes pada dinding, dan lain-lain. Kalau kontraktor anda baik, mereka akan sadar akan hal ini dan bersedia menggaransinya tanpa mengenakan biaya. Tapi kalau anda tidak mencantumkan garansi pada SPK, maka tentu anda akan mengeluarkan biaya lagi untuk menyewa tukang harian guna mengatasi masalah tersebut.

Harga Material Naik
Memang hal ini jarang terjadi, tapi kalaupun terjadi penyebabnya bisa bervariasi. Bisa terjadi karena naiknya harga BBM, inflasi, langka nya barang akibat pendistribusian yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Biasanya kontraktor memang sudah mempersiapkan hal ini dan sanggup mentolerir nya dengan menanggung kenaikan harga material. Namun kalau kenaikan harga sudah terlalu tinggi dan di luar batas toleransi, maka kontraktor akan membebankan biaya kenaikan material ini pada sang pemilik rumah.

Pekerjaan Tambah Kurang
Pekerjaan Tambah Kurang memang terkadang tidak bisa dihindari. Penyebabnya bisa dua macam, dari sang pemilik rumah atau dari pihak kontraktor. kalau dari sang pemilik rumah, pekerjaan tambah kurang bisa timbul akibat inisiatif pemilik rumah yang mengganti dan menambah spesifikasi material yang dianggap kurang pas atau kurang bagus. Sedangkan dari pihak kontraktor, bisa dari pekerjaan yang mungkin terlupa tidak dicantumkan pada saat pengajuan RAB, atau memang terdapat pekerjaan yang sengaja belum dicantumkan karena menunggu keputusan sang pemilik rumah pada saat proses proyek berlangsung, misalnya finishing kayu daun pintu dan kosen, pekerjaan taman, pekerjaan pagar, dan lain-lain.

Demikian artikel tentang hal-hal yang menyebabkan pembengkakan biaya ketika membangun rumah, mudah-mudahan anda bisa memahami poin-poin yang saya utara kan di atas sehingga terhindar dari masalah tersebut.

Incoming search terms:

  • apa itu kebengkakan budget
  • Artikel Pembengkakan biaya harian perusahaan kontruksi
  • kelebihan kekurangan bangun rumah musim hujan
  • masalah membangun rumah
  • membuat rumah di musim hujan bagus apa nggak?
  • plus minus renovasi rumah saat musim hujan
  • resiko bangun r

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *